Hari Jumat kemaren, ada seorang teman dari Bekasi yang selama ini cuman kenal di yahoo messenger dan friendster, ngajakin untuk Kopdar (Kopi Darat), istilah keren untuk acara jumpa darat sesama chatter.
Kaget..? Pasti, karena walaupun sudah lama sering chatting, tapi ketika ketemu rasanya beda banget. Terus terang, selama ini saya pikir dia orangnya rame banget, agresif, dan ngocol banget. Eh, ternyata pas ketemu, diem banget, pokoknya gak sama dengan selama ini ketika di chatting.
Jadi keinget John Suler, Ph.D pernah nulis sebuah hipotesa, yang dikasih judul Hypotheses about Online Text Relationships, yang mengatakan bahwa ketika seseorang login dalam sebuah cyberspace, mereka dianggap, sadar atau tidak sadar, memasuki ruang psikologi mereka.
Ada beberapa aspek psikologi yang penting ketika seseorang menampilkan identitas online mereka, yaitu:
1. Efek ke-tidaksegan-an. Mereka bisa menunjukan sisi lain dari karakter mereka yang secara normal akan tersembunyi dengan baik dalam kehidupan nyata mereka. Mereka mungkin akan berbagi rahasia, emosi, atau hal-hal lain yang tidak “normal” mereka lakukan dalam kehidupan nyata, dan semua itu dilakukan tanpa segan-segan
2. “Tidak dikenal”. Kebanyakan, mereka akan menciptakan karakter yang sama sekali tidak dikenal, menggunakan nama-nama yang “tidak nyata” disertai deretan angka yang sama sekali sulit dipahami maknanya, yang memungkinkan secara karakter sama sekali berbeda dengan karakter nyata mereka.
3. Efek “tidak terkalahkan”. Efek yang menyebabkan seseorang merasa bebas untuk menjadi siapapun yang mereka inginkan. Seperti halnya orang lain melakukan padanya, yang sama-sama percaya bahwa kebebasan emosi sangat memungkinkan disana.
Pembuatan identitas virtual memungkinkan seseorang untuk mengganti dan merubah karakter mereka selama di cyberspace, mereka bisa melakukan “peran” sosial yang secara “normal” tidak bisa mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Mungkin, bisa jadi hal ini membawa efek yang positif secara psikologis, dimana hal itu bisa memberikan “kesempatan” padanya untuk bisa meng-aktualisasikan karakter mereka yang “terpendam” dalam kehidupan nyata yang bisa jadi dikarenakan oleh norma, latar belakang sosial, hukum, budaya, pendidikan, dan lain-lain, tetapi tidak bisa dilupakan juga bahwa hal ini bisa jadi membawa efek yang negatif secara psikologis yaitu melakukan “penipuan”, dia bisa juga memilih karakter yang “salah” dengan tujuan untuk secara sengaja menyakiti seseorang yang lainnya.
Topik penting yang lain dari hal ini, yang seringpula didiskusikan di internet, ketika membicarakan tentang identitas virtual dan psikologi sosial adalah banyak sekali orang-orang yang kehilangan sense of reality mereka. Ketika mereka membuat diri mereka sendiri yang “baru”, banyak sekali dari mereka yang lupa akan kehidupan nyata mereka dan akan dengan segera “terpikat” dalam karakter buatan mereka sendiri. Mereka akan sangat “terikat” dengan dunia fantasi mereka, dan mereka akan mulai “membenci” realitas, dan hal itu bisa jadi menimbulkan “luka” dan “menyakiti” tidak hanya diri mereka sendiri, tapi juga keluarga, teman-teman, dan seluruh lingkungan sosial nyata yang mereka miliki.
Yah, setidaknya itulah yang dibicarakan oleh John Suler, Ph.D, terlepas apakah Anda percaya atau tidak dengan hipotesanya, yang jelas bagi saya, tidak sepenuhnya internet itu penuh kebohongan, setidaknya masih ada celah yang tersisa untuk berbuat kejujuran disana, setidaknya memberi kehidupan dan kebahagiaan bagi orang lain disana pun juga merupakan satu bagian dari kejujuran, mungkin tidak semua orang mengalami kejadian seperti yang selama ini saya alami, Kopi darat yang berujung pada pemesanan kopi susu itu hanyalah satu kejadian dalam hidup saya. Jujur saja, saya selama ini juga bekerja dengan seseorang yang secara “nyata” tidak pernah saya temui, yang menggaji saya sebagai programmer setiap bulannya, yang hanya bertemu melalui yahoo messenger, gak ada yang salah dengan itu. Atau juga, saya memiliki sahabat, yang sangat dekat, yang akhirnya bisa bertemu secara “nyata”, juga berawal dari sebuah yahoo messenger.
Jadi intinya, internet hanyalah alat dan media, anda lah yang akan menentukan apa yang akan anda lakukan disana.