Blogsome.. sik urip tibake!

May 12, 2005

Alhamdulillah.. Mungkin itu adalah kata pertama yang keluar, setelah lebih dari sehari semalam (30 jam), digundahkan karena server Blogsome down, diakibatkan serangan hacker. Liat detilnya di Blogsome forum.

Woo.. Who the hell tries to hack a small independent bloging site? Gak tahu, tidak ada penjelasan resmi dari admin Blogsome. Yang jelas, dari kejadian ini, ada beberapa orang yang misuh-misuh, bagaimanapun juga hal ini menyangkut customer satisfaction, wooo.. semenjak kapan blog gratisan dan non-komersial (karena setahu saya Blogsome cuman punya “ads” dari google, dan itupun saya yakin, paling-paling cuman agar seorang system adminnya bisa tetep beli kopi :D ), punya kewajiban memenuhi hal itu..? gak baca TOA nya ya..?

Tapi terus terang, bagi saya, hal ini adalah sebuah kewajaran (system yang down, dan sebagian customer yang misuh-misuh). Pertama untuk system yang down, dengan minimnya resource yang dimiliki, hal seperti ini rentan terjadi, ditambah lagi faktor eksternal yaitu orang-orang yang entah dengan tujuan apa, ingin “mengaktualisasikan” dirinya melakukan hacking terhadap sistem. Niat hacker itu belum tentu bener-bener jahat, bisa jadi itu adalah cara mereka berkomunikasi terhadap system admin untuk senantiasa aware dengan system-nya. Kedua untuk customer yang misuh-misuh, saya juga bisa memaklumi. Walaupun saya pribadi senantiasa berpikir : “dikasih hosting gratisan aja dah sukur banget..”, tapi customer yang lain tersebut bisa aja njawab dengan rada maksa : “walaupun gratis, tetep harus aman kan..? emang niat buka layanan gak sih..?”.

Bagi saya, dua-duanya gak bisa disalahin, yang ada sekarang adalah gimana caranya ngambil pelajaran dari ini semua. Saran saya sih, sekalipun anda bukan terbilang cukup rajin bloging, gak ada salahnya untuk mem-backup postingan anda. Terserah, mo ditaruh di file teks kek, bikin program kecil buat nge-save di database kek, pake Aggregator seperti Omea kek, terserah.. Yang jelas, jika terjadi sesuatu pada server gratisan Anda, setidaknya Anda masih bisa nyelametin postingan anda. Gak ada salahnya kan..?

Wes ah, pokoke blogsome tibake gak sido matek, ayo lanjut posting manehh.. :D

Kesepian

May 9, 2005

Kesepian ini kembali datang
bagai hantu yang menyergap dari masa laluku
memerih batinku yang busuk akibat luka yang tak terobati
mengoyak-ngoyak tanpa belas kasihan
membiarkan aku tersayat nestapa..

Aku mati hari ini,
bukan karena perih atas luka yang kubuat sendiri
tapi karena ditelantarkan oleh kerinduan yang tak berujung.
Aku mati, penuh pengharapan..

Kopi Darat VS Kopi Susu

May 7, 2005

Hari Jumat kemaren, ada seorang teman dari Bekasi yang selama ini cuman kenal di yahoo messenger dan friendster, ngajakin untuk Kopdar (Kopi Darat), istilah keren untuk acara jumpa darat sesama chatter.

Kaget..? Pasti, karena walaupun sudah lama sering chatting, tapi ketika ketemu rasanya beda banget. Terus terang, selama ini saya pikir dia orangnya rame banget, agresif, dan ngocol banget. Eh, ternyata pas ketemu, diem banget, pokoknya gak sama dengan selama ini ketika di chatting.

Jadi keinget John Suler, Ph.D pernah nulis sebuah hipotesa, yang dikasih judul Hypotheses about Online Text Relationships, yang mengatakan bahwa ketika seseorang login dalam sebuah cyberspace, mereka dianggap, sadar atau tidak sadar, memasuki ruang psikologi mereka.

Ada beberapa aspek psikologi yang penting ketika seseorang menampilkan identitas online mereka, yaitu:

  • 1. Efek ke-tidaksegan-an. Mereka bisa menunjukan sisi lain dari karakter mereka yang secara normal akan tersembunyi dengan baik dalam kehidupan nyata mereka. Mereka mungkin akan berbagi rahasia, emosi, atau hal-hal lain yang tidak “normal” mereka lakukan dalam kehidupan nyata, dan semua itu dilakukan tanpa segan-segan
  • 2. “Tidak dikenal”. Kebanyakan, mereka akan menciptakan karakter yang sama sekali tidak dikenal, menggunakan nama-nama yang “tidak nyata” disertai deretan angka yang sama sekali sulit dipahami maknanya, yang memungkinkan secara karakter sama sekali berbeda dengan karakter nyata mereka.
  • 3. Efek “tidak terkalahkan”. Efek yang menyebabkan seseorang merasa bebas untuk menjadi siapapun yang mereka inginkan. Seperti halnya orang lain melakukan padanya, yang sama-sama percaya bahwa kebebasan emosi sangat memungkinkan disana.
  • Pembuatan identitas virtual memungkinkan seseorang untuk mengganti dan merubah karakter mereka selama di cyberspace, mereka bisa melakukan “peran” sosial yang secara “normal” tidak bisa mereka lakukan dalam kehidupan nyata. Mungkin, bisa jadi hal ini membawa efek yang positif secara psikologis, dimana hal itu bisa memberikan “kesempatan” padanya untuk bisa meng-aktualisasikan karakter mereka yang “terpendam” dalam kehidupan nyata yang bisa jadi dikarenakan oleh norma, latar belakang sosial, hukum, budaya, pendidikan, dan lain-lain, tetapi tidak bisa dilupakan juga bahwa hal ini bisa jadi membawa efek yang negatif secara psikologis yaitu melakukan “penipuan”, dia bisa juga memilih karakter yang “salah” dengan tujuan untuk secara sengaja menyakiti seseorang yang lainnya.

    Topik penting yang lain dari hal ini, yang seringpula didiskusikan di internet, ketika membicarakan tentang identitas virtual dan psikologi sosial adalah banyak sekali orang-orang yang kehilangan sense of reality mereka. Ketika mereka membuat diri mereka sendiri yang “baru”, banyak sekali dari mereka yang lupa akan kehidupan nyata mereka dan akan dengan segera “terpikat” dalam karakter buatan mereka sendiri. Mereka akan sangat “terikat” dengan dunia fantasi mereka, dan mereka akan mulai “membenci” realitas, dan hal itu bisa jadi menimbulkan “luka” dan “menyakiti” tidak hanya diri mereka sendiri, tapi juga keluarga, teman-teman, dan seluruh lingkungan sosial nyata yang mereka miliki.

    Yah, setidaknya itulah yang dibicarakan oleh John Suler, Ph.D, terlepas apakah Anda percaya atau tidak dengan hipotesanya, yang jelas bagi saya, tidak sepenuhnya internet itu penuh kebohongan, setidaknya masih ada celah yang tersisa untuk berbuat kejujuran disana, setidaknya memberi kehidupan dan kebahagiaan bagi orang lain disana pun juga merupakan satu bagian dari kejujuran, mungkin tidak semua orang mengalami kejadian seperti yang selama ini saya alami, Kopi darat yang berujung pada pemesanan kopi susu itu hanyalah satu kejadian dalam hidup saya. Jujur saja, saya selama ini juga bekerja dengan seseorang yang secara “nyata” tidak pernah saya temui, yang menggaji saya sebagai programmer setiap bulannya, yang hanya bertemu melalui yahoo messenger, gak ada yang salah dengan itu. Atau juga, saya memiliki sahabat, yang sangat dekat, yang akhirnya bisa bertemu secara “nyata”, juga berawal dari sebuah yahoo messenger.

    Jadi intinya, internet hanyalah alat dan media, anda lah yang akan menentukan apa yang akan anda lakukan disana.

    Life

    May 5, 2005

    Sometimes I wonder about my life. I lead a small life. Well, valuable, but small. And sometimes I wonder, do I do it because I like it, or because I haven’t been brave? So much of what I see reminds me of something I read in a book, when shouldn’t it be the other way around? I don’t really want an answer. I just want to send this cosmic question out into the void. So goodnight, dear void.

    Quote diatas diambil dari salah satu film Tom Hanks dan Meg Ryan yang bener-bener memberi inspirasi yang sangat dalam. Pernah aku publish juga di blog-blog ku sebelumnya. Dan sekarang aku pindah kesini.

    Starbucks

    “The whole purpose of places like Starbuck’s is for people with no decision making ability whatsoever to make six decisions just to buy one cup of coffee. Short, tall, light, dark, caf, decaf, low-fat, non-fat, etc. So people who don’t know what the hell they’re doing or who on earth they are, can, for only $2.95, get not just a cup of coffee but an absolutely defining sense of self: Tall! Decaf! Cappuccino!”

    Thanks to Rini Widya, the person who took me there. I miss that time, girl!

    Intro-diksionari..!

    This the real of Me.

    Hidup yang paling indah
    adalah hidup dengan KEYAKINAN

    Perjuangan yang paling indah
    adalah perjuangan untuk membela KEYAKINAN

    Mati yang paling indah
    adalah mati demi membela KEYAKINAN

    Jika anda melihat blog ini, dan masih ndak tahu apakah blog itu, maka dengan amat gobloknya saya akan katakan bahwa blog adalah kepanjangan dari web+log. Bisa diartikan secara katarsis sebagai : catatan harian online. Medium informal kolaborasi. Unofficial PR bagi beberapa corporate, setidaknya itulah yang dikatakan oleh senior saya dalam dunia per go-blog-an, Mas Andry, yang sempet ditulis oleh jari-jari kurusnya di Blog Kantin ITS.

    Jika anda terus bertanya lagi: untuk apa saya menggunakan blog? Maka jawaban saya sangat sederhana, untuk membuat anti-thesis dari statement beliau bahwa anak Kantin ITS (Kantiner) itu paling suka mbleset terutama soal tulis menulis, atau catet mencatet dan segala tetek bengek yang berbau dokumentasi yang bisa dipakai (kalaulah belum terlalu usang) oleh anggota baru ketika sudah sangat kesulitan menemukan footprint dari para tetua-nya yang sudah repot ngurusin pabrik, nyusuin anak, bikin perusahaan tembikar, jadi trainer dsb, seperti halnya yang beliau publish di Blog Kantin ITS. Walaupun saya sendiri tidak terlalu berani mengklaim diri saya sendiri sebagai Kantiner (kalaulah sekedar numpang beli makan, es teh, ngrokok djisamsoe eceran, diskusi soal BEM, soal politik, pernah ditunjuk jadi aster untuk demo, jadi SC Bakti Kampus dan maen kartu tidak cukup untuk dikatakan sebagai Kantiner yang membawa semangat lama melawan imperialisme-borjuis berkedok agama yang diwakili JMxx, gludakk..!). Apakah alasan saya terlalu naif? Oke, silakan saja anda berpendapat seenak udel anda sendiri, tapi yang jelas, menciptakan enemy’s figure itu jauh lebih membakar semangat, selain itu betapa gobloknya anda yang sedemikian mudah percaya bahwa saya senaif itu, dengan koneksi internet yang super diamput, yang berhasil membuka detik saja sudah merupakan sebuah kebanggaan, apakah sindiran dari Mas Andry cukup bisa mendorong saya membuat blog ini? Oh My God (jika Tuhan itu masih ada), get real man..!

    Setelah sekian lama, memilih-milih hosting untuk blog yang gratisan, mulai dari blogger, modblog, sampai ke blog dot com semuanya selalu menyajikan pilihan yang berbeda, selalu saja ada fasilitas yang diberikan, ada yang dengan fitur lengkap (sampai bisa masukin mood kita pas lagi nulis blog plus playlist dari mp3 player kita), ada juga yang bisa upload foto/gambar, atau juga yang tampil dengan design ciamik, cuman setelah beberapa kali gonta-ganti hosting gratis untuk blog, akhirnya pilihan terkahir (semoga saja) jatuh pada www.blogsome.com, alasan sederhananya: ringan (karena menggunakan WordPress dan tidak terlalu muluk-muluk dalam sisi fitur. Yang penting, bisa login, nulis, dan posting.

    Jadi, kalau mulai sekarang ada alasan yang membuat saya tidak menulis di blog ini, itu pasti karena hal-hal yang sangat serius yang menyebabkan saya tidak bisa menulis. Karena saya kadung terbakar, ter-cerahkan, ter-motivasi, atau juga terpukul dengan kata-kata Mas Andry di Blog Kantin ITS yaitu: “Tuhan memberi kita dua tangan, sehingga jika satu tangan putus maka tangan yang lain masih mampu untuk login dan menulis : LAWAN!!”

    Catatan:
    Hak cipta blog ini tetap pada pemilik blog. Tetapi isi dari blog ini bebas untuk diperbanyak, dikutip baik sebagian ataupun seluruhnya ataupun disebarluaskan dalam bentuk elektronik maupun non-elektronik. Baik untuk tujuan komersial maupun non-komersial. Selama penyebutan nama asli pemilik, nara sumber, serta pemberi sponsor tetap dilakukan.

    Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here